Home / Kesehatan / Penyebab Anxiety Disorder yang Sering Disepelekan Banyak Orang, Waspada!

Penyebab Anxiety Disorder yang Sering Disepelekan Banyak Orang, Waspada!

Penyebab Anxiety Disorder yang Sering Disepelekan Banyak Orang, Waspada!

Anxiety disorder atau gangguan kecemasan memang bukan hal baru, tapi masih banyak orang yang menganggapnya sebagai “hal biasa” atau sekadar overthinking. Padahal, kecemasan yang berlarut-larut bisa membuat seseorang sulit fokus, sulit tidur, bahkan memengaruhi kesehatan fisiknya. Yang bikin lebih mengejutkan, banyak penyebab anxiety disorder ternyata berasal dari hal-hal sepele yang sering banget kita temui sehari-hari, tapi tidak pernah benar-benar kita sadari sebagai pemicunya.

Di artikel ini, kita bakal membahas penyebab anxiety disorder yang sering diremehkan orang. Nggak pakai bahasa terlalu formal, tapi tetap informatif dan enak dibaca. Yuk, kita mulai!


1. Kurang Tidur yang Dianggap “Biasa Aja”

Banyak orang menganggap begadang itu hal yang normal, apalagi kalau alasannya kerjaan, nonton drama, atau mabar. Padahal, tidur yang kurang atau tidak berkualitas jadi salah satu penyebab paling umum dari meningkatnya kecemasan.

Ketika kurang tidur, bagian otak yang mengatur emosi, terutama amigdala yang jadi lebih sensitif. Akhirnya, hal kecil pun bisa terasa besar dan menegangkan. Kamu mungkin merasa lebih mudah marah, tegang, dan tidak tenang. Ini sering banget terjadi, tapi sebagian besar orang cuma bilang, “Ah, cuma capek.”

Jika dibiarkan, pola tidur berantakan bisa memperburuk anxiety disorder dan membuat kamu terjebak dalam siklus cemas → susah tidur → makin cemas.


2. Konsumsi Kafein Berlebih yang Sering Dianggap Aman

Siapa di sini yang minum kopi lebih dari dua gelas sehari? Atau yang kalau ngantuk langsung nyari kopi susu kekinian? Kafein memang bisa bikin semangat, tapi kalau berlebihan, efeknya bisa bikin jantung berdebar, sulit rileks, dan muncul rasa gelisah tanpa sebab jelas.

Yang lebih tricky, gelaja kecemasan sering mirip dengan efek kafein: tangan gemetar, jantung cepat, pikiran tidak tenang. Banyak orang nggak sadar kalau mereka sebenarnya sedang memicu anxiety mereka sendiri lewat kebiasaan minum kopi atau teh yang berlebihan.


3. Terlalu Banyak Konsumsi Media Sosial

Scrolling tanpa henti mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya ke mental besar banget. Media sosial penuh dengan informasi yang kita serap terus-menerus, mulai dari berita buruk sampai perbandingan hidup dengan orang lain.

Banyaknya informasi membuat otak sulit memilah mana yang perlu dipikirkan dan mana yang tidak. Akhirnya otak jadi overloaded, dan muncullah rasa gelisah, cemas, dan tidak percaya diri.

Baca Juga:
Tips Menjaga Kesehatan Mental Agar Terjauhkan Dari Stres Berlebih

Selain itu, algoritma media sosial yang terus menyajikan konten serupa sering membuat kita tanpa sadar “terjebak” di lingkaran konten yang memicu kecemasan.


4. Perfeksionisme yang Sering Dianggap Sifat Positif

Buat sebagian orang, perfeksionisme di anggap sebagai sesuatu yang baik. “Kan bagus kalau ingin semuanya sempurna?” Padahal, nggak selalu begitu.

Perfeksionisme yang berlebihan justru menjadi pemicu besar munculnya gangguan kecemasan. Orang yang perfeksionis biasanya takut salah, takut salah langkah, takut mengecewakan orang lain, atau merasa semua hal harus sesuai rencana. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, pikiran bisa jadi kalut dan penuh rasa bersalah.

Yang lebih penting, perfeksionisme sering di anggap sifat bawaan atau “ciri khas” seseorang sehingga tidak di pandang sebagai sesuatu yang perlu di perbaiki.


5. Lingkungan yang Tidak Stabil Secara Emosional

Tanpa kita sadari, lingkungan tempat kita tinggal atau bekerja punya peran besar terhadap kesehatan mental. Lingkungan yang penuh tekanan, konflik, atau drama bisa membuat seseorang terus hidup dalam kondisi fight or flight.

Kadang, karena sudah terbiasa, kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita sedang hidup di lingkungan yang toxic. Dan meskipun kita merasa “baik-baik saja”, tubuh dan pikiran sebenarnya sedang bekerja ekstra untuk bertahan yang akhirnya memunculkan kecemasan.


6. Terlalu Sering Mengorbankan Diri Sendiri

Penyebab yang satu ini sering banget di sepelekan yaitu people pleasing. Banyak orang terbiasa mengutamakan orang lain, takut menolak, atau berusaha terus menyenangkan semua orang. Tanpa sadar, kamu memaksakan diri melewati batas kemampuan emosionalmu sendiri.

Semakin sering kamu menekan kebutuhan pribadi demi orang lain, semakin besar peluang anxiety muncul. Apalagi kalau kamu merasa tidak mendapat apresiasi atas semua usaha itu. Lama-lama, kecemasan muncul bukan hanya karena tekanan luar, tapi juga karena perasaan tidak di hargai.


7. Trauma Kecil yang Tidak Pernah Diakui

Banyak orang berpikir bahwa trauma harus berupa kejadian besar seperti kekerasan atau kehilangan orang tersayang. Padahal, trauma kecil seperti di marahi guru di depan kelas, di bully waktu kecil, atau sering di remehkan orang tua bisa menumpuk dan memengaruhi mental kamu saat dewasa.

Trauma kecil ini kadang di anggap “tidak penting”. Padahal, justru jenis trauma inilah yang paling sering memicu anxiety tanpa kita sadari karena tidak pernah di olah atau di sembuhkan.


8. Terlalu Banyak Tanggung Jawab Tanpa Istirahat

Ketika seseorang terlalu banyak memegang tanggung jawab seperti di rumah, di kantor, bahkan dalam pergaulan, otak bekerja keras untuk menjaga semuanya tetap terkendali. Dan saat seseorang merasa harus kuat atau tidak boleh meminta bantuan, beban mental semakin bertambah.

Keadaan seperti ini perlahan memicu rasa cemas, takut gagal, dan akhirnya membuat seseorang rentan terhadap anxiety disorder, meski awalnya hanya merasa “sedikit kewalahan”.


9. Kebiasaan Menunda-nunda (Prokrastinasi)

Prokrastinasi bukan cuma soal malas, tapi bisa jadi pemicu kecemasan yang serius. Ketika tugas menumpuk dan waktu terus berjalan, tubuh dan pikiran masuk ke mode tegang. Ada rasa takut di marahin, takut gagal, atau takut tidak bisa mencapai target.

Banyak orang menganggap kebiasaan menunda itu sepele, padahal dampaknya bisa memicu kecemasan kronis jika di biarkan terus-menerus.


10. Kurang Mengungkapkan Perasaan

Salah satu penyebab anxiety disorder yang paling sering terjadi adalah kebiasaan memendam perasaan. Banyak orang tidak terbiasa mengungkapkan kekhawatiran, marah, kecewa, atau sedih, karena merasa itu akan membuat mereka terlihat lemah.

Padahal, memendam emosi membuat stres menumpuk di dalam tubuh dan akhirnya menjadi kecemasan. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang sulit menyampaikan perasaan lebih rentan mengalami gangguan kecemasan.

Penyebab anxiety disorder sering berasal dari kebiasaan kecil yang selama ini dianggap tidak berbahaya. Makanya, penting banget buat lebih peka terhadap kondisi mental sendiri. Kalau kamu mulai merasa cemas tanpa sebab, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau mulai memperbaiki pola hidup yang mungkin memicu kecemasanmu.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Partner Resmi

  • Game slot terbaru gacor hari ini kasih sensasi menang bertubi-tubi yang bikin pemain makin semangat spin.
  • Sebagai game terbaru, Spaceman cocok buat pemain yang cari sensasi baru di dunia slot terbaru dengan mekanik permainan yang menegangkan.
  • Daftar sekarang di situs slot terbaik dan dapatkan slot bonus new member 100 persen! Mainkan slot terbaru yang gacor hari ini dan buktikan sendiri kemudahan menangnya!